WELCOME

SELAMAT DATANG.

Please feel free to look around and find the information in this blog.

Silahkan melihat-lihat dan cari informasi yang ada di blog ini.

If there was an error posting, please in the comment.

Apabila ada kesalahan postingan, mohon di comment.

If not satisfied with the look of this blog, I apologize.

Kalau kurang puas dengan tampilan blog ini, saya mohon ma'af.

Visit this blog again next time.

Kunjungi lagi blog ini lain kali.

Tampilkan postingan dengan label B.INDONESIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label B.INDONESIA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Januari 2013

Pengertian dan macam-macam Surat

       Surat adalah alat komunikasi yang dibuat secara tertulis untuk menyampaikan berita/informasi dari seseorang/lembaga/instansi kepada seseorang/lembaga/instansi dengan mengikuti aturan dan bentuk tertentu. 

       Dalam mencari teman, seseorang memiliki kriteria tertentu yang dapat dijadikan sebagai patokan. Nah! Seperti itu pula dalam membuat sebuah surat.  Untuk dapat membuat surat yang baik, Anda harus memenuhi kriteria di  bawah ini, yaitu    
  1. Bahasa yang digunakan sesuai dengan etika, estetika, dan logika
  2. Menarik, padat, dan jelas.
  3. Bahasa yang digunakan dapat mewakili isi dan tujuan surat.
Selain memiliki kriteria, surat juga memiliki fungsi, yaitu:
  1. Duta penulis/organisasi, untuk berhadapan dengan teman bicara sehingga isi surat menggambarkan citra penulis.
  2. Dokumen tertulis, yaitu untuk bukti nyata hitam di atas putih.
  3. Pedoman kerja, untuk membuat keputusan/kebijakan berikutnya.
  4. Alat pengingat, yaitu dapat diarsipkan dan dilihat jika diperlukan.
  5. Bukti historis/sejarah, yaitu menggambarkan perkembangan sebuah instansi/lembaga.
Jenis - jenis surat, sebagai berikut :
1. Surat Pribadi
Alat komunikasi tertulis untuk menyampaikan berita/informasi yang dibuat/dikirim oleh seseorang, baik kepada perorangan juga maupun kepada organisasi/lembaga.

2. Surat Dinas/Resmi
Alat komunikasi tertulis untuk menyampaikan berita/informasi yang berisi tentang hal-hal yang berhubungan dengan kedinasan/kegiatan dinas sebuah instansi pemerintah.
Surat Dinas adalah surat yang dikirimkan oleh instansi kepada instansi atau dari instansi kepada seseorang. Bagian - bagian dari surat dinas :
1. Kepala Surat / Kop
2. Tanggal surat
3. Nomor surat
4. Lampiran
5. Perihal surat
6. Alamt yang dituju
7. Salam pembuka
8. Paragraf pembuka / pembuka surat
9. Isi surat
10. Paragraf penutup
11. Salam penutup
12. Tanda tangan, nama terang, dan jabatan
13. Tembusan bila perlu.

3. Surat Dagang/Niaga
Alat komunikasi tertulis untuk menyampaikan berita/informasi yang berisi tentang hal-hal yang berhubungan dengan penawaran barang-barang/berhubungan dengan kegiatan dagang.

Membaca Intensif

       Membaca intensif merupakan cara membaca yang dilakukan secara saksama terhadap rincian-rincian suatu teks atau bacaan. Di dalam sebuah bacaan terdiri atas beberapa paragraf. Paragraf-paragraf tersebut saling mendukung dalam menjelasskan suatu tema.
       Paragraf adalah rangkaian kalimat yang disusun secara sistematis dan logis sehingga membentuk aturan kessatuan pokok bahasan. Dalam sebuah paragraf biasanya terdapat satu gagasan utama dan beberapa gagasan penjelas. Gagasan utama adalah gagasan yang menjadi dasar pengembangan paragraf. Gagasan utama dalam suatu bacaan merupakan suatu hal yang dibahas atau diungkapkan dalam bacaan. Sedangkan gagasan penjelas adalah gagasan yang perannya menjelaskan gagasan utama.

Selasa, 30 Oktober 2012

Ciri-ciri karya sastra

Karya sastra dibagi menjadi dua, yakni karya sastra lama dan baru adapun ciri –ciri karya sastra sebagai berikut:
Karya Sastra Lama
  • Tidak dicantumkan nama pengarangnya atau yang biasa disebut anonim
  • Cerita yang berpusat pada istanaa dengan menggambil tokoh raja.
  • Lambat dalam mengikuti perkembangan dan selalu terpaku pada aturan yang ada disebut statis.
  • Pengarang taat kepada kelaziman.
  • Karya sastra lisan umumnya dari mulut ke mulut
  • Bahasa yang digunakan masih kemelayu-melayuan dan bahasa klase
  • Tokoh hitam-putih
Karya Sastra Baru
  • Nama pengarangnya dicantumkan
  • Cerita berpusat pada kehidupan masyarakat sehari- hari
  • Karya sastra baru mengikuti perubahan sesuai perkembangan pribadi penciptanya
  • Karya sastra tulisan disampaikan secara tertulis
  • Bahasa yang digunakan menggunakan bahasa Indonesia
  • Tokohnya bebas.

ciri-ciri sastra lama dan sastra modern/baru

1. PENULIS
Sastra Lama: Anonim, dianggap milik bersama
Sastra Baru: Tercantum nama penulis, diakui milik pribadi

2. ISI
Sastra Lama: Seputar kerajaan (istanasentris)
Sastra Baru: Segala kehidupan manusia pada umumnya

3. BAHASA
Sastra Lama: Melayu
Sastra Baru: Bahasa Indonesia

4. CARA BERCERITA
Sastra Lama: Panjang lebar dan lengkap
Sastra Baru: Singkat, padat. lugas (langsung)

5. SIFAT
Sastra Lama: Lokal, kedaerahan
Sastra Baru: Nasional, mendunia

6. PENGARUH
Sastra Lama: Arab, India, Persia
Sastra Baru: Negara2 barat, terutama Belanda, Inggris.

Pengertian iklan dan macam-macam iklan

 
 
A.      PENGERTIAN IKLAN BARIS
 Iklan adalah Pemberitahuan kepada khalayak ramai tentang barang atau jasa yang dijual.
B.      JENIS-JENIS IKLAN
1.    Iklan menurut bentuknya :
1.1.    Iklan kolom atau iklan biasa
1.2.    Iklan baris atau kecik
1.3.    Iklan baris
1.4.  Iklan kecil / singkat yang terdiri atas beberapa baris dalam surat kabar
2.       Iklan berdasarkan tujuannya :
2.1.    Iklan penawaran (barang/jasa)
2.2.    Iklan pencarian
2.3.    Iklan penjualan
2.4.    Iklan lowongan pekerjaan
C.      SYARAT IKLAN BARIS
-          Syarat Bahasa :
1.       objektif
2.       jujur
3.       singkat
4.       Jelas
-          Kata-katanya :
1.       Menarik
2.       Sopan dan logis
3.       sugestif 
- Penulisan disingkat-singkat
- Panjang 3-4 baris 
  
Contoh :
-   KREDIT Barang Elektronik, Komputer, HP, Aksesoris Tanpa Uang Muka Syarat KTP dan KK hub. xxxxxx

Kamis, 13 September 2012

Contoh syair

Syair berasal dari Arab yang artinya puisi (sajak). Dalam kesusastraan Indonesia, syair berarti puisi lama yang terdiri atas empat baris per bait, memiliki rima / a a a a /. Semua baris merupakan isi dan biasanya tidak selesai dalam saty bait karena digunakan untuk bercerita.

Berikut ini contoh syair terkenal:

# Contoh 1

"Syair Ken Tambuhan" yang termasuk salah satu jenis syair dalam puisi Melayu Lama.


Lalulah berjalan Ken Tambuhan
diiringkah penglipur dengan tadahan
lemah lembut berjalan pelahan-lahan
lakunya manis memberi kasihan

Tunduk menangis segala puteri
Masing-masing berkata sama sendiri
Jahatnya perangai permaisuri
Lakunya seperti jin dan peri


# Contoh 2

Syair Johan Malikan koleksi Muhammad Jufri Cek Jon, yang dicetak di Bombay dan dikenal di Palembang.


Harganya murah ayuhai akhwan
tawar menawar boleh ketahuan
tiadalah tinggi wahai bangsawan
dengan yang patut Tuan tawarkan

Adat berniaga demikian itulah
tawar menawar bukanlah salah
dengan yang patut Tuan khabarlah
dapat ta'dapat dicobakanlah


# Contoh 3

Syair Abdul Muluk


Berhentilah kisah raja Hindustan
Tersebutlah pula suatu perkataan
Abdul Hamid Syah Paduka Sultan
Duduklah Baginda bersuka-sukaan

Abdul Muluk putera Baginda
Besarlah sudah bangsa muda
Cantik menjelis usulnya syahda
Tiga belas tahun umurnya ada

Parasnya elok amat sempurna
Petak majelis bijak laksana
Memberi hati bimbang gulana
Kasih kepadanya mulia dan hina

Pengertian denotasi dan konotasi

Makna denotasi dan konotasi dibedakan berdasarkan ada atau tidaknya nilai rasa. kata denotasi lebih menekankan tidak adanya nilai rasa, sedangkan konotasi bernilai rasa kias.
Makna denotasi lazim disebut 1) makna konseptual yaitu makna yang sesuai dengan hasil observasi (pengamatan) menurut penglihatan, penciuman, pendengaran, perasaan, atau pengalaman yang berhubungan dengan informasi (data) faktual dan objektif. 2) makna sebenarnya, umpamanya, kata kursi yaitu tempat duduk yang berkaki empat (makna sebenarnya). 3) makna lugas yaitu makna apa adanya, lugu, polos, makna sebenarnya, bukan makna kias.
Konotasi berarti makna kias, bukan makna sebenarnya. Sebuah kata dapat berbeda dari satu masyarakat ke masyarakat lain, sesuai dengan pandangan hidup dan norma masyarakat tersebut. Makna konotasi dapat juga berubah dari waktu ke waktu. Dalam kalimat “Megawati dan Susilo Bambang Yudoyono berebut kursi presiden.” Kalimat tersebut tidak menunjukkan makna bahwa Megawati dan Susilo Bambang Yudoyono tarik-menarik kursi karena kata kursi berati jabatan presiden.
Sebuah kata dapat merosot nilai rasanya karena penggunaannya tidak sesuai dengan makna denotasinya. Umpamanya, kata kebijaksa-naan yang bermakna kelakukan dan tindakan arif dalam menghadapi suatu masalah, menjadi negatif konotasinya akibat kasus-kasus tertentu, misalnya :
  1. Pengemudi kendaraan bermotor ditilang karena melanggar peraturan lalu lintas minta kebijaksanaan kepada petugas agar tidak diperkarakan (damai di tempat)
  2. Orang tua murid yang anaknya tidak naik kelas mohon kebijaksanaan kepada kepala sekolah agar bersedia menolong anaknya (menaikkan kelas)
  3. Untuk mengurus surat-surat di kantor pemerintah sering kali kita pun diminta memberi kebijaksanaan oleh sang patugas agar urusan tidak terlambat (memberi uang suap)
Dapat ditegaskan bahwa manka konotatif cenderung bersifat subjektif. Makna kata ini lebih banyak digunakan dalam situasi tidak formal, misalnya : dalam pembicaraan yang bersifat ramah tamah, diskusi tidak resmi, kekeluargaan, dan pergaulan.
perhatikan contoh di bawah ini :
  1. Laporan Anda harus diserahkan selambat-lambatnya 1 Juni 2004. (denotasi)
  2. Laporan Anda belum memenuhi sasaran. (konotasi)
  3. Laporan Anda sudah mencapai target yang ditentukan, menggunakan data yang akurat, menyerahkan hasil tepat waktu, dan memberikan masukan yang sangat diperlukan bagi kebijakan selanjutnya. (denotasi)
  4. Penulis memanjatkan puji syukur atas selesainya laporan ini. (konotasi)
  5. Kepada Tuhan penulis mengucapkan puji syukur atas penyelesaian laporan ini dengan baik dan tepat waktu. (denotasi)

perbedaan singkatan dan akronim

perbedaan singkatan dan akronim

Singkatan
Akronim
Bentuk yg dipendekkan yg terdiri atas satu huruf atau lebih.
Contoh:
·          m (meter)
·          PT (perseoran terbatas)


Singkatan yg berupa gabungan huruf awal,suku kata,ataupun gabungan kombinasi huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata.
Contoh:
o         Tilang (bukti pelanggaran )
o         Iwapi (ikatan wanita pengusaha indonesia)

Macam-macam pantun

Pantun Adat

1. Menanam kelapa di pulau Bukum
    Tinggi sedepa sudah berbuah
    Adat bermula dengan hukum
    Hukum bersandar di Kitabullah

2. Ikan berenang didalam lubuk
    Ikan belida dadanya panjang
   Adat pinang pulang ke tampuk
   Adat sirih pulang ke gagang

3. Lebat daun bunga tanjung
    Berbau harum bunga cempaka
    Adat dijaga pusaka dijunjung
    Baru terpelihara adat pusaka

4. Bukan lebah sebarang lebah
    Lebah bersarang dibuku buluh
    Bukan sembah sebarang sembah
    Sembah bersarang jari sepuluh

5. Pohon nangka berbuah lebat
    Bilalah masak harum juga
    Berumpun pusaka berupa adat
    Daerah berluhak alam beraja

Pantun Agama

1. Banyak bulan perkara bulan
    Tidak semulia bulan puasa
    Banyak tuhan perkara tuhan
    Tidak semulia Tuhan Yang Esa

2. Daun terap diatas dulang
    Anak udang mati dituba
    Dalam kitab ada terlarang
    Yang haram jangan dicoba

3. Bunga kenanga diatas kubur
    Pucuk sari pandan Jawa
    Apa guna sombong dan takabur
    Rusak hati badan binasa

4.  Anak ayam turun sepuluh
    Mati seekor tinggal sembilan
    Bangun pagi sembahyang subuh
    Minta ampun kepada Tuhan

5.  Asam kandis asam gelugur
    Ketiga asam si riang-riang
    Menangis mayat dipintu kubur
    Teringat badan tidak sembahyang

Pantun Budi

1. Bunga cina diatas batu
    Daunnya lepas kedalam ruang
    Adat dunia memang begitu
    Sebabnya emas budi terbuang

2. Diantara padi dengan selasih
    Yang mana satu tuan luruhkan
    Diantara budi dengan kasih
    Yang mana satu tuan turutkan

3. Apa guna berkain batik
    Kalau tidak dengan sujinya
    Apa guna beristeri cantik
    Kalau tidak dengan budinya

4. Sarat perahu muat pinang
    Singgah berlabuh di Kuala Daik
    Jahat berlaku lagi dikenang
    Inikan pula budi yang baik

5. Anak angsa mati lemas
    Mati lemas di air masin
    Hilang bahasa karena emas
    Hilang budi karena miskin

Pantun Jenaka

1. Dimana kuang hendak bertelur
    Diatas lata dirongga batu
    Dimana tuan hendak tidur
    Diatas dada dirongga susu

2. Elok berjalan kota tua
    Kiri kanan berbatang sepat
    Elok berbini orang tua
    Perut kenyang ajaran dapat

3. Sakit kaki ditikam jeruju
    Jeruju ada didalam paya
    Sakit hati memandang susu
    Susu ada dalam kebaya

4. Naik kebukit membeli lada
    Lada sebiji dibelah tujuh
    Apanya sakit berbini janda
    Anak tiri boleh disuruh

5. Orang Sasak pergi ke Bali
    Membawa pelita semuanya
    Berbisik pekak dengan tuli
    Tertawa si buta melihatnya

6. Ada apa diseberang itu
    Mentimun busuk dimakan kalong
    Ada apa diseberang itu
    Bujang bungkuk gadis belong

7. Limau purut di tepi rawa,
    buah dilanting belum masak
    Sakit perut sebab tertawa,
    melihat kucing duduk berbedak

Senin, 10 September 2012

Ciri Pantun dan Syair

Ciri-ciri Pantun:
 
Terdiri dari 4 baris
Jumlah kata tiap baris 8-12 suku kata
Baris pertama dan kedua disebut sampiran
Baris ketiga dan empat disebut isi
Bersajak abab

Ciri-ciri syair:

Terdir atas 4 larik tiap bait
Setiap bait memberi arti sebagai satu kesatuan
Semua baris merupakan isi(dalam syair tidak ada sampiran)
Bersajak aaaa
Jumlah suku kata tiap baris 8-12 suku kata
Isisyair berupa nasihat,petuah,dongeng/cerita

Sabtu, 01 September 2012

Aspek Keterampilan Berbahasa

Keterampilan berbahasa mempunyai empat komponen, yaitu:
1. Keterampilan membaca (reading skills)
2. Keterampilan menulis (writing skills)
3. Keterampilan berbicara (speaking skills)
4. Keterampilan menyimak (listening skills)


Tiap-tiap keterampilan itu erat sekali hubungannya dengan tiga keterampilan lainnya dengan cara yang beraneka ragam. Dalam memperoleh keterampilan berbahasa, kita biasanya melalui suatu hubungan urutan yang teratur. Mula-mula pada masa kecil kita belajar menyimak bahasa kemudian berbicara, sesudah itu kita belajar membaca dan menulis. Menyimak dan berbicara kita pelajari sebelum memasuki sekolah. Keempat keterampilan tersebut pada dasarnya merupakan suatu kesatuan, merupakan catur-tunggal. Selanjutnya, setiap keterampilan itu erat pula berhubungan dengan proses-proses yang mendasari bahasa. Bahasa seseorang mencerminkan pikirannya. Semakin terampil seseorang berbahasa, semakin cerah pula dan jelas pula jalan pikirannya. Keterampilan hanya dapat diperoleh dan dikuasai dengan jalan praktik dan banyak pelatihan. Melatih keterampilan berbahasa pula melatih keterampilan berpikir.

Kamis, 19 Juli 2012

Reduplikasi

Reduplikasi atau perulangan adalah proses pengulangan kata atau unsur kata. Reduplikasi juga merupakan proses penurunan kata dengan perulangan utuh maupun sebagian. Contohnya adalah "anjing-anjing", "lelaki", "sayur-mayur" dan sebagainya.
Dalam bahasa Melayu dikenal reduplikasi berikut:
  • reduplikasi fonologis — pengulangan fonem tanpa terlalu banyak mengubah arti dasar
  • reduplikasi morfologis — pengulangan morfem, misalnya: papa, mama
  • reduplikasi sintaktis — pengulangan morfem yang menghasilkan klausa, contoh "malam-malam pekerjaan itu dikerjakannya", artinya "walau sudah malam hari, pekerjaan itu tetap dikerjakannya"
  • reduplikasi gramatikal — pengulangan fungsional dari bentuk dasar yang meliputi reduplikasi morfologis dan sintaksis
  • reduplikasi idiomatis — atau 'kata ulang semu', adalah pengulangan kata dasar yang menghasilkan kata baru, contoh "mata-mata" artinya agen rahasia. Lihat pula: Kata Indonesia yang selalu dalam bentuk terulang
  • reduplikasi non-idiomatis — pengulangan kata dasar yang tidak mengubah makna dasar, contoh "kucing-kucing"
Menurut bentuknya, reduplikasi nomina dapat dibagi menjadi empat kelompok
  • perulangan utuh, contoh: rumah-rumah
  • perulangan salin suara, contoh: warna-warni
  • perulangan sebagian, contoh: surat-surat kabar
  • perulangan yang disertai pengafiksan, contoh: batu-batuan
Menurut artinya, reduplikasi dapat dibagi menjadi berikut:
  • Kata ulang yang menunjukkan makna jamak (yang menyangkut benda), contoh: meja-meja
  • Kata ulang berubah bunyi yang memiliki makna idiomatis, contoh: bolak-balik
  • Kata ulang yang menunjukkan makna jamak (yang menyangkut proses), contoh: melihat-lihat
  • Bentuk ulang yang seolah-olah merupakan kata ulang, contoh: kupu-kupu
  • Bentuk ulang dwipurwa, contoh: dedaunan

Slogan


Slogan adalah perkataan atau kalimat yang menarik, mencolok, dan mudah diingat untuk menyampaikan sesuatu. Dalam iklan, slogan adalah pernyataan atau susunan kata tertentu yang menjelaskan singkat suatu produk atau jasa layanan yang diulang-ulang sehingga mudah diingan publik.
Slogan sangat penting untuk dunia periklanan. Dengan slogan, iklan tersebut akan mudah diingat publik dan akan lebih dikenal.
Selain iklan, slogan juga dapat digunakan pada saat kampanye, contohnya kampanye anti narkoba, anti korupsi dan kampanye pemilihan kepala daerah.
Kalimat-kalimat slogan haruslah kreatif dan juga tidak ketinggalan zaman. Maka dengan itu, masyarakat publik akan semakin mudah mengingat dan juga slogan tersebut akan dikenal.
Penggunaan slogan yang berhasil terlihat dari seberapa jauh masyarakat mengenal slogan tersebut. Bila slogan itu berhasil, maka hanya dengan mendengar slogannya, orang-orang akan mengetahui apa jenis produk yang memakai slogan tersebut.

MEMBUAT SLOGAN
       Untuk membuat slogan, maka anda haruslah mengerti fungsi slogan terlebih dahulu. Slogan dapat berfungsi untuk pendidikan masyarakat, memacu semangat, cita-cita, iklan komersial, atau propaganda politik.
           Kedua, adalah anda harus mengetahui pasti siapa yang menjadi tujuan utama slogan. Apakah remaja, anak-anak, atau orang dewasa.
            
Setelah itu anda dapat membuat slogan yang berkriteria sebagai berikut: 
=> Merupakan hal baru, tidak biasa, dan unik.
=> Juga dapat menggunakan permainan bunyi dalam kata atau rima.

Ciri-Ciri slogan :
=> Kata-katanya singkat, menarik, dan mudah diingat
=> Disajikan dalam bentuk frasa, klausa, atau kalimat
=> Merupakan semboyan suatu organisasi atau masyarakat

Contoh gambar Slogan :
   

Poster

       Poster merupakan iklan atau pengumuman yang diproduksi secara massal. Biasanya ditulis atau dicetak di atas kertas berukuran besar, dihiasi gambar dan berwarna-warni dan ditempel di tempat umum. Umumnya poster memiliki tujuan komersial-untuk mengiklankan suatu barang atau pengumuman suatu event. Namun kadang-kadang berguna sebagai pengumuman yang mendidik masyarakat, alat propaganda, atau murni sebagai hasil karya seni. 
       Poster dan slogan saling berkaitan. Slogan digunakan sebagai kalimat dalam poster dan poster biasanya digunakan untuk mempublikasikan slogan.

MEMBUAT POSTER
  • Tentukan konsep pokok yang akan dipublikasikan.
  • Pahami kembali intisari yang tertulis di dalam poster.
  • Tentukan ukuran poster.
  • Tentukan unsur-unsur yang akan digunakan untuk mengisi poster.
Poster memiliki kriteria sebagai berikut:
  • Judul harus terlihat dari jarak 7-10 meter.
  • Gunakan sedikit variasi huruf, gunakan huruf-huruf yang mudah terbaca.
  • Untuk memberi penekanan pada huruf, gunakan BOLDUNDERLINE, atau beri warna. Jangan gunakan huruf miring karena sulit dibaca.
  • Teks kecil dapat dibaca dari jarak kurang lebih 3 meter.
  • Perbandingan yang disarankan: teks 20% dari poster, grafis 40% dari poster, sisanya kosong.
  • Warna dasar yang samar-samar, tetapi isi poster berwarna terang.
Bahasa poster singkat, padat, dan komunikatif. · Bahasa poster bersifat persuasif .

Cirri-ciri poster :

-          Ada kata2 ajakan
-          Kata ajakannya tersurat.
-     Biasanya poster dilengkapi gambar, warna, foto, atau ilustrasi

Contoh Gambar Poster :
 

Rabu, 18 Juli 2012

Denah

Denah adalah tampak atas bangunan yang terpotong secara horizontal setinggi 1m dari ketinggian 0.00 sebuah bangunan dengan bagian atas bangunan dibuang/dihilangkan.
Fungsi denah antara lain untuk menunjukkan:

- fungsi ruang
- susunan ruang
- sirkulasi ruang
- dimensi ruang
- letak pintu dan bukaan
- isi ruang
- fungsi utilitas ruang (air, listrik, AC, dll.) pada denah-denah tertentu

contoh gambar denah rumah :



Unsur Puisi

1. Tema
    Tema merupakan gagasan pokok yang dikemukakan oleh penyair, pokok pikiran yang menjiwai dan melandasi penciptaan puisi.

2. Perasaan
    Dalam penciptaan puisi, perasaan penyair ikut diekspresikan dalam puisinya. Perasaan ini harus dapat dihayati oleh pembaca.

3. Nada dan Suasana
    Sikap penyair kepada pembaca disebut nada puisi. Suasana adalah keadaan jiwa pembaca setelah puisi atau akibat psikologis yang ditimbulkan puisi itu terhadap pembaca.

4. Amanat
    Amanat adalah pesan pengarang kepada pembaca, baik tersurat maupun tersirat yang disampaikan melalui karyanya.

5. Citraan
    Citraan adalah gambaran-gambaran angan dalam sajak. Citraan biasanya berupa gambaran sebuah obyek  yang tampak oleh mata batin kita, tetapi dapat juga menyarakan hal-hal yang merangsang panca indera.

   
 

Pergeseran makna kata / Perubahan makna kata

1. Perluasan / Generalisasi
    Yaitu makna sekarang dirasa lebih luas dari pada makna sebelumnya.
    Contoh : - ikan : Makna dulu : Hewan yang hidup di air
                              Makna sekarang : Lauk pauk
                  - Ibu : Makna dulu : Orang tua kandung perempuan
                            Makna sekarang : Sapaan untuk orang yang lebih tua dan dihormati
                            (wanita)

2. Penyempitan (Spesialisasi)
    Yaitu makna sekarang lebih sempit dari pada sebelumnya.
    Contoh : - kitab : Makna dulu : Semua buku
                               Makna sekarang : Buku ajaran agama (islam)
                  - Sarjana : Makna dulu : Orang yang pandai
                                   Makna sekarang : Lulusan perguruan tinggi

3. Ameliorasi
    Yaitu makna sekarang memiliki nilai rasa lebih tinggi, halus, sopan dari pada sebelumnya.
    Contoh : Kata : Wanita
                  Kata asal : Perempuan
                  Kata sekarang : Wanita lebih halus dari pada perempuan

4. Peyorasi
    Yaitu makna sekarang memiliki nilai rasa kurang sopan, kasar dari pada sebelumnya.
    Contoh : Kata : Bibi
                  Kata asal : Panggilan untuk istri paman
                  Kata sekarang : Panggilan untuk pembantu

5. Sinestisia
    Yaitu pergeseran makna kata akibat adanya pertukaran tanggapan antara 2 indra yang berlainan.
    Contoh : Manis => Kue buatan Ibu sangat manis ( indra pengecap )
                            => Senyummu sangat manis ( indra penglihatan )

6. Asosiasi
    Yaitu pergeseran makna kata akibat adanya persamaan sifat.
    Contoh : Kata : Amplop
                  Makna kata : Tempat surat
                  Makna baru : Suap


Unsur Intrinsik Drama

  1. Tema atau sering disebut pokok cerita. Sebuah drama pasti memiliki tema.
  2. Alur atau jalan cerita sebuah drama mempunyai alur. Sebuah alur biasanya mewakili suatu adegan. Semakin banyak adegan, alurnyapun semakin kompleks.
  3. Penokohan atau perwatakan yaitu penempatan tokoh yang mewakili karakter atau watak pelakunya. Setiap tokoh yang ditampilkan memiliki watak berbeda.
  4. latar atau setting adalah penggambaran suasana yang disesuaikan dengan isi drama latar tempat dan menunjukkan pada kesesuaian panggung dengan isi drama.
  5. Dialog atau percakapan. Melalui percakapan, tokoh-tokoh drama akan diketahui perwatakannya. Dialog harus mendukung perwatakan, mencerminkan peristiwa yang terjadi dalam lakon dan mengungkapkan pikiran serta perasaan para tokoh. Selain itu, dialog dalam drama lebih tertib dibandingkan percakapan sehari-hari. 
  6. Amanat atau pesan yaitu pesan atau maksud yang akan disampaikan pada penonton. Setiap karya seni pasti memiliki amanat. Amanat dapat diketahui melalui dialog antar tokoh. Amanat seperti ini disebut pesan yang tersurat atau eksplisit. Namun, adakalanya pesan atau amanat dalam drama harus diterjemahkan dalam bentuk lain. Pesan yang masih memerlukan penafsiran disebut pesan tersirat atau implisit.

Jumat, 04 November 2011

Wawancara

Wawancara adalah salah satu teknik yang dilakukan untuk mendapatkan data atau informasi mengenai sesuatu yang berhubungan dengan apa yang kita butuhkan. Wawancara memiliki arti yaitu proses tanya jawab untuk mendapatkan informasi mengenai suatu hal dari orang lain yang menjadi narasumber.
Agar kita dapat menyimpulkan pikiran atau pendapat narasumber berdasarkan wawancara yang kita dengar, tentu saja hal utama yang harus kita lakukan adalah mendengarkan pendapat narasumber dengan cermat.
Sebelum menyimpulkan apa yang disampaikan narasumber dalam waawancara, maka kita perlu mengetahui pokok-pokok penting dalam wawancara tersebut. Pokok-pokok tersebut nantinya dapat kita jadikan acuan untuk menarik sebuah kessimpulan. Kegiatan wawancara melibatkan 2 orang, yaitu narasumber (orang yang memberikan informasi atau yang diwawancarai) dan pewawancara (orang yang mewawancarai atau orang yang mencari informasi)

MACAM-MACAM MAJAS

Majas dibedakan menjadi:

  • Perbandingan
  • Pertentangan
  • Pertautan

Majas Perbandingan
Macam-macam majas perbandingan:

  • Personifikasi
Pesonifikasi adalah majas yang membandingkan benda mati seolah-olah hidup
Contoh:Padi itu menari-nari mendengar suara musik

  • Metafora
Metafora adalah majas yang didalamnya terdapat ungkapan
Contoh:Anak itu memang keras kepala

  • Asosiasi
Asosiasi adalah majas yang didalamnya terdapat kata (bagai,bagaikan,bak, bara,laksana)
Contoh:Kata-katanya bagaikan presiden sedang berpidato

  • Sarkasme
Sarkasme adalah majas yang didalamnya terdapat kata-kata kasar
Contoh:Dasar anjing pergi sana!

Majas Pertentangan
Macam-macam majas pertentangan:

  • Hiperbola
Hiperbola adalah majas yang melebih-lebhkan dari keadaan yang sebenarnya
Contoh:Suaranya bagaikan petir di siang hari

  • Litotes
Litotes adalah majas yang merendahkan diri
Contoh:Silahkan mampir digubug tuaku ini


  • Ironi
Ironi adalah majas yang mengungkapkan dari kebalikan dari keadaan sebenarnya
Contoh:Aduh enak sekali masakanmu sampai aku tidak mau mencicipinya lagi

  • Paradok
Paradok adalah majas yang mengandung pertentangan nyata dengan fakta yang ada
Contoh:Dia kaya tetapi miskin

  • Antitesis
Antitesis adalah majas yang menggunakan paduan kata yang berlawanan arti
Contoh:Tua muda,besar kecil semua menikmati pertunjukan itu

Majas Pertautan
Macam-macam majas pertautan:

  • Metonimia
Metonimia adalah majas yang menyebutkan nama sesuatu dengan nama lain berdasarkan ciri bentuknya.
Contoh:Dia datang naik Kijang

  • Alusio
Alusio adalah majas yang melukiskan sesuatu denga ungkapan pribahasa.
Contoh:Jongah Kura-kura dalam perahu,ah!